Setiap menjelang tahun ajaran baru, pihak sekolah atau koperasi sekolah biasanya disibukkan dengan pengadaan alat tulis dalam jumlah besar — mulai dari buku tulis, pensil, penghapus, hingga perlengkapan pramuka. Sayangnya, banyak sekolah masih menghitung kebutuhan ini secara kasar, sehingga berisiko kekurangan stok di tengah semester atau justru kelebihan stok yang mengendap di gudang.
Berikut pendekatan sederhana yang bisa digunakan untuk menghitung kebutuhan ATK sekolah secara lebih terukur.
Langkah pertama adalah menentukan jumlah siswa aktif per jenjang kelas, karena kebutuhan tiap jenjang biasanya berbeda — misalnya siswa SD membutuhkan lebih banyak buku gambar dan pensil warna dibanding siswa SMP.
Langkah kedua, kalikan jumlah siswa dengan estimasi pemakaian rata-rata per semester untuk tiap jenis barang. Sebagai contoh, jika rata-rata satu siswa menghabiskan 3 buku tulis per semester, dan ada 200 siswa, maka kebutuhan buku tulis untuk satu semester adalah sekitar 600 buah — belum termasuk cadangan.
Langkah ketiga, tambahkan buffer stok sekitar 10-15% dari total kebutuhan untuk mengantisipasi siswa baru di tengah tahun ajaran, kerusakan barang, atau kebutuhan mendadak dari guru.
Langkah keempat, pisahkan kebutuhan barang yang sifatnya rutin (buku, pensil, penghapus) dengan barang musiman (perlengkapan pramuka, buku mewarnai) agar pembelian bisa dijadwalkan sesuai momentumnya, bukan sekaligus di awal tahun.
Dengan pendekatan ini, sekolah bisa melakukan pengadaan ATK secara bertahap dan lebih efisien dari sisi anggaran, dibanding membeli dalam satu waktu tanpa perhitungan yang jelas.
TKU melayani pembelian ATK sekolah dalam jumlah besar dengan harga bersaing, termasuk opsi pengiriman bertahap sesuai kebutuhan sekolah sepanjang tahun ajaran.